Antusiasme Warga Kota Probolinggo terhadap Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono

Presiden SBY memuji Kota Probolinggo. Bersih, indah, sampah terkelola dan lalu lintas tertib. Berbanggalah kita warga Kota Probolinggo. Pertahankan!

Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2013

Museum Probolinggo, Pusat Sejarah dan Budaya Kota Probolinggo

Museum Kota Probolinggo dulunya adalah Gedung Panti Budaya.Tempatnya yang nyaman, rindang dan sejuk, serta dilengkapi fasilitas tempat duduk yang nyaman, membuat tempat ini cocok dijadikan pilihan tempat berlibur.
Selain memiliki benda-benda koleksi dari peradaban modern seperti lokomotif kuno, tank marinir PT 76 dan  Pesawat Nomad milik TNI Angkatan Laut, Museum Kota Probolinggo juga memiliki benda-benda koleksi dari peradaban kuno. Di antaranya adalah arca-arca purbakala yang dalam keadaan bersih dan terawat dengan baik.Seperti apa yang diungkapkan Robianto seorang mahasiswa dari Universitas Panca Marga (UPM) Kota Probolinggo, bahwa di pelataran Museum Kota Probolinggo cocok untuk dijadikan tempat bersantai mengisi waktu liburan.

Museum probolinggo terbuka bagi umum untuk setiap harinya mulai dari  jam 08.00 – 15.00 WIB. Bagi para pengunjung museum tidak dikenakan tiket masuk. Bagi kita yang mengincar liburan murah nan mengasyikkan Museum Kota Probolinggo bisa menajadi rujukan.

Lengger, Kesenian Mempesona Warisan Banyumas

Kesenian lengger merupakan salah satu kesenian yang ada dan berkembang  di Banyumas sampai saat ini.  Kesenian lengger sebagai seni rakyat  pada awalnya berkembang di desa-desa atau daerah pertanian dan kesenian ini dapat disebut tarian rakyat pinggiran,  merupakan seni rakyat yang cukup tua,  dan merupakan warisan nenek moyang atau leluhur masyarakat Banyumas  Kesenian  lengger pada awalnya merupakan bagian dari ritual (sakral) dalam upacara baritan (upacara syukuran keberhasilan/pasca panen). Pertunjukan kesenian lengger pada zaman dulu  dilakukan dalam waktu semalam suntuk dengan penari laki-laki. Penari lengger  menari sambil menyanyi atau nyinden, diiringi oleh gamelan calung, sehingga sering disebut lengger calung.
Pada awalnya kesenian Lengger digunakan dalam upacara desa sebagai  alat untuk menghadirkan para dewa yang dapat membantu para petani menghasilkan panen yang baik. Gerakan-gerakan tarian Lengger yang erotis sekaligus menyimbolkan perkawinan para dewa yang berbuah pada panen yang melimpah. Sehingga orang yang tidak mengetahui latar belakang tarian ini akan memandang atau menilai ahwa  tarian ini sebagai tarian yang  seronok.
Kesenian Lengger pada umumnya telah tersebar kemana-mana. Namun terdapat berbagai bentuk perbedaan dalam penyajiannya. Lengger Banyumas terdapat 4 babak dalam penyajiannya, sedangkan dalam lengger probolinggo hanya terdapat satu babak yakni babak gambyongan. Hal ini tentu menarik untuk kita kaji sebagai pembelajaran kedepan bagaimana sebuah kebudayaan mengalami apa yang disebut integrasi sosial. Dari integrasi sosial itulah maka akan terdapat suatu perubahan dari kebudayaan asli.

Berikut Bentuk pertunjukan kesenian tradisional  lengger calung pada umumnya dibagi menjadi empat babak yaitu (a) babak gambyongan/lenggeran, (b) babak badutan, (c) babak kuda calung (ebeg-ebegan), dan (d) babak  baladewan. Namun lengger yang terdapat di Kota Probolinggo hanya terdiri dari babak gambyongan saja.

Senin, 11 November 2013

Kesenian Kelabang Songo Curi Perhatian Pengunjung Parade Budaya

Penamipilan grup Kelabang Songo mampu mencuri perhatian para pengunjung yang menyaksikan parade budaya. Karena selain ada seni tari kipas, di sepanjang penampilannya juga ada lagu-lagu yang mengiringinya.
Jenis lagunya juga bermacam-macam, mulai dangdut irama koplo yang diaransemen aksen dan bahasa Madura hingga musik campursari. Ada juga musik patrol serta irama yang sedikit ngerock. Dilihat dari perlengkapan musiknya memang berbasis seni musik patrol yang banyak dikenal di kawasan Tapal Kuda. Namun alat musiknya sudah banyak perpaduan, mulai gamelan, tambur, gendang dan drum.
Melodinya memakai electon sehingga menjadi perpaduan seni musik tradisional dan modern. Perlengkapan musik ini diangkut dengan kendaraan khusus dari bekas chasis truk. Ornamen dan dekorasi kendaraan juga sudah disulap dengan sentuhan seni ukir perpaduan budaya Jawa dan Madura.
Grup Kelabang Songo menampilkan 45 penari kipas yang  berlenggak-lenggok mengawali arak-arakan parade budaya yang digelar Kabupaten Kediri Penari kipas ini merupakan bagian dari kru kesenian dari Pemerintah Kota Probolinggo dengan nama Kelabang Songo. Grup kesenian ini merupakan perpaduan unik antara seni tari, musik dan menyanyi.   Sementara musik yang diusung  merupakan perpaduan seni musik lintas etnis dan gado-gado.


Minggu, 10 November 2013

Jaran Bodhag Kesenian Turunan Jaran Kencak

Salah satu kesenian tradisional Kota Probolinggo adalah Jaran Bodhag. Dalam terminologi Bahasa Madura “Jeren/Jaran” berarti Kuda, sedangkan “Budheg/Bodhag” berarti Wadah Nasi. Jaran Bodhag mulai muncul dan dikenal oleh masyarakat Kota Probolinggo sejak jaman awal kemerdekaan. Salah satu sumber menerangkan bahwa Jaran Bodhag merupakan kesenian turunan (hybrid) dari kesenian yang ada sebelumnya, yaitu Jaranan Kencak. Namun Jaran Bodhag tidak menggunakan jaran asli tetapi menggunakan semacam tiruan kuda dari bahan rotan dan kayu.
Bentuk penyajian Jaran Bodhag adalah arak-arakan dan diiringi musik kenong telo yang terdiri dari kenong, gong, kendang dengan tambahan sronen. Tampilan Jaran Bodhag terdiri dari dua orang pembawa Jaran Bodhag, serta dua orang Janis/Penari/Pengiring/Pembawa Jaran Bodhag. Pada penyajiannya, kesenian Jaran Bodhag menyajikan tembang-tembang tradisi lokal yang disebut dengan Kenong Telo. Pakaian Jaran Bodhag sangat gemerlapan, menarik, unik, yang didesain sendiri oleh pemiliknya. Jaran Bodhag biasanya ditampilkan pada saat acara khitanan dan perayaan tradisi lainnya.


Ludruk, Kesenian Syarat Nilai-nilai Kepahlawanan

Ludruk merupakan satu bentuk pementasan drama kehidupan yang disajikan dengan pendekatan kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Timur pada umumnya. Ludruk lebih mengedepankan cerita heroik dengan setting kebanyakan mengenai kehidupan masyarakat Jawa Timur.
Ludruk tumbuh dan berkembang hampir di semua daerah di Jawa timur bagian timur, termasuk di daerah Probolinggo. Tampilan ludruk khas Kota Probolinggo jelas memiliki perbedaan dibandingkan dengan ludruk-ludruk di Surabaya atau di daerah lainnya, yakni pada bahasa yang dipakai. Ludruk di Probolinggo menggunakan bahasa Jawa Ngoko yang dicampur dengan bahasa Madura Pesisiran, baik dalam bentuk kidungan ataupun dialog para pemainnya. Walaupun dari segi bahasa yang dipakai berbeda, tetapi dalam hal pakem masih memiliki cerita yang sama. Hanya di beberapa bagian atau adegan diselipkan adegan tambahan yang bercirikan Probolinggo. Dan kesenian ludruk ini sering ditemui pada acara-acara hajatan.

Ludruk adalah kesenian tradisi yang masih hidup di Kota Probolinggo, kesenian peran yang bisa menggunakan segala bahasa, jawa, madura, Indonesia atau inggris sekalipun, juga enak dan pantas-pantas saja ketika menggunakan bahasa campuran.